Bantal – Li-Young Lee

Sajak Li-Young Lee

Tak ada yang kutemukan di bawah situ.
Suara-suara di pepohonan, halaman yang hilang
dari lautan.

Segalanya tertidur.

Dan malam adalah sungai yang menjembatani
tebing yang saling bicara dan saling mendengarkan,
benteng, yang tak berpertahanan, dan tak ada serbuan

Tak ada yang ingin berdiam di bawah situ:
sumur buntu oleh lumpur dan daun yang membusuk,
rumah masa kecilku.

Dan malam dimulai ketika jari-jari ibuku
menelusurkan benang
yang tersematkan dan yang tak terikat
hingga menyentuh ke ujung jumbai cerita kami

Malam adalah bayangan tangan ayahku
mengatur jam, alarm kebangkitan

Apakah jam itu terlepas? Lalu terbanglah angka-angka?

Tak ada yang tak menemukan rumah di situ:
Sayap yang patah, sepatu yang hilang, alfabet yang rusak.
Semuanya tertidur, dan malam memulai malam.

Melati pertama yang terpetik,
wangi yang terperangkap padanya terusir
dari pakaian terakhir ke pemakaman.

 

 


Sajak dari Poem Hunter; Gambar dari Ronen Goldman

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s