Gambar dengan Spidol Besar

AKU menggambar lagi sebelum tidur
dengan spidol besar
bukan tentang apa yang dulu senang kubayangkan
hanya sebuah ikhtiar menahan apa yang kutahu akan lepas
anak gadisku lulus seleksi awal universitas
adik lelakinya baru pulang dari pertukaran pelajar
mereka berdiri di batas antara pintu pagar dan jalan besar,
menunggu kendaraan dan waktu yang akan membawa mereka

Aku dan istriku sudah lama menabung untuk tiket
yang kini ada di tangan mereka

Aku menggambar dengan garis yang gemetar
dan masih seceroboh dulu – apa yang jadi alasan
apabila ada yang terjadi di luar perkiraan –
misalnya tinta dari spidol yang terlepas dari tangan
yang membuat pola acak pada selimut dan seprai
juga sarung bantal,
tak lagi ada yang bertanya: ini gambar apa, Bapa?

Aku juga lupa semalam hendak meniru siapa
kambing yang janggal dari kanvas Chagall
atau kucing manis dari sketsa Matisse

Aku menggambar pada kertas tebal
dan tak lagi peduli di sisi mana harus melakukannya

Aku menggambar lagi sebelum tidur
tentang apa yang ingin kugambar di dalam tidur
yang tak kuingat lagi itu gambar apa
ketika aku terbangun oleh azan dari seberang jalan
dengung mesin cuci, dan denging pompa air
yang membangunkan aku dari tidur yang melindur.

 

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s