ATMA DI SEBUAH SKENARIO

BUKAN karena ada nama saya di bawah judulnya, maka saya menyukai sajak ini. Arco mulai bisa tampak jinak padahal tetap liar. Tapi, apapun itu, terima kasih, Penyair… HA

Kuala Sajak

untuk Hasan Aspahani




Di dalam gelimang kelam, di tubuhmu, kau mengajakku merusuk trap kerakal punguti serak-serak tanda tanya kepada naskah-NYA yang samar hurufnya.

Kadang bikin kau menebak-nebak, selicin apa jalan di tepian sungai ditumbuhi kulat-kulat hijau sesemarak angsa-angsa melewati kafe-kafe yang diabsah tanda tangan

di atas porselen. Di dalam tabur kelam, di tabir hening kita, kau mengajakku merusuk trap kerakal punguti jejak-jejak waktu yang berasal dari nyanyi cicak.

Kadang kau lawan rasa takut itu, seperti harga pangan di pasar tradisional bisa dirembuk walau sore remuk.

Di dalam lumus kelam, di tubuh itu, Dia adalah gigir yang lebih dulu bertanya padaku sebelum sampai ke ujung kakimu.

(2017)

Lihat pos aslinya

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s