Pada Hari Minggu Kucari Ayah ke Kota

KAMUS besar adalah kota kata-kata
Pada hari Minggu aku mencari ayah ke sana

Ayah adalah kata yang tak bertanggung jawab
Ditinggalkannya aku pada sebuah puisi yang tak selesai

Aku hidup bersama bahasa ibu yang lebih banyak diam

Aku anak yang tak jelas: yatim bukan piatu bukan

Hendak mengemis, tampangku buruk ketimbang memberi maras
Hendak menangis, orang bilang airmataku sandiwara palsu
Hendak marah, kata-kata kasar sudah habis di media sosial

Hidupku dimulai dengan puisi yang tak tahu harus kuapakan

Dengan puisi yang belum rampung,
Jadilah aku anak bahasa yang bingung

Suatu hari aku pernah bertanya:
“Ibu, apakah benar namamu Pertiwi?”
Ibu tetap saja dengan bahasanya yang diam itu

Ia juga tak berkata apa-apa ketika aku pamit meninggalkannya

Aku pergi ke kota, kota kata-kata
pada hari Minggu, mencari ayah
yang kabarnya berjualan kata di sana,

di kaki lima.

Catatan:
memberi maras (Bahasa Banjar) = raut wajah atau keadaan seseorang yang membangkitkan rasa kasihan pada orang yang melihatnya.  

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s