Mungkin Dia Tak Pernah Bermimpi

MUNGKIN dia tidak pernah punya mimpi,
bocah jalanan itu, bagaimana dia bisa pernah bermimpi?

Ia tak peduli sesibuk apa kota ini sekarang
Tak hirau pada yang cuma sempat memesan sarapan dari jendela kendaraan
Tak ambil tahu pada yang duduk dengan kopi dan rokok, di teras restoran itu,
mereka yang semalaman berkonvoi dengan motor besar,
lalu berbincang tentang gegar suara mesin dan alamat toko sukucadang.

Mungkin dia tak tahu apa itu mimpi,
bocah jalanan itu, tertidur di bawah kursi Ronald McDonald
di Jalan Pajajaran, jalan panjang di kota ini, yang di kiri-kanannya
juga bertumbuhan hotel, distro, dan restoran,
seperti jamur yang tak peduli musim: hujan atau bukan.

Mungkin dia memang tak pernah bermimpi,
bocah jalanan itu, bagaimana ia harus bermimpi?
Jika ia buka mata pagi itu,
dari bawah kursi Ronald McDonald, seorang sedang duduk di situ
dengan gawai yang lancar memutar video-video lucu:
bis yang melaju sambil membunyikan terompet
bagi sekelompok anak-anak di pinggir jalan.
Jika ia buka mata pagi itu,
ada sederet mobil terparkir,
dan motor besar berbaris tak jauh dari sisa laparnya.

Bocah jalanan itu hanya menggeliat ketika puntung kretek dilemparkan
dari jendela restoran dan jatuh di ujung kakinya
di ujung tidurnya itu,
di ujung mimpinya yang kosong itu,
yang tak pernah ia punyai itu.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s