D pada Nama Penyair Zawawi

MUNGKIN itu dam

di mana ia berdiri, di sebuah negeri dingin,
mendengar sebuah refrain oleh seregu paduan suara
dan ia melihat dirinya ada di sana
di antara gumam ombak dan tepis angin
memanggil diri sendiri
dengan suara azan dari udara yang asin.

Mungkin itu dendam

apa yang terus ia bawa jauh hingga ke Amsterdam,
kepada siapa ia mengucapkan “selamat malam…
Aku penyair dari Batang-batang.
Siapakah tadi di bandara menyematkan selamat datang?”
Lalu dia keluar dari jadwal Festival Winternachten
untuk sesuatu yang ingin ia selesaikan
dengan puisi yang tak pernah selesai
ia resitalkan.

Mungkin itu diam

yang dalam sajaknya jadi ilalang yang tumbuh di bulan
yang dalam sajaknya jadi tangis ibu yang tak tertahan
yang dalam sajaknya jadi badik dan celurit: bergantian

berkilauan.

 

 

 

Iklan

3 pemikiran pada “D pada Nama Penyair Zawawi

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s