Sekadar Mengutip dan Bertanya

APA bedanya Angkatan Pujangga Baru dan Angkatan Chairil Anwar yang kemudian disebut Angkatan 45?  Chairil pernah membuat kiasan ketika ia berceramah di depan murid-murid Taman Siswa. Ceramahnya itu kemudian dipasang di lampiran sastra Gelanggang di majalah Siasat, 6 Juni 10948.

“Kalau Takdir atau lain kawannya dari Pudjangga Baru seperti Amir Hamzah, jatuh cinta pada seorang gadis, maka hatinya remuk, dan menangis lalu membikin syair. Kalau saya atau lain kawan segenerasi jatuh cinta pada seorang gadis, maka gadis itu saya ajak nonton bioskop, lalu pergi ke Artic,” ujar Chairil.

Drs. Slametmulyana mengutip omongan Chairil itu dalam tulisannya “Kemana Arah Perkembangan Puisi Indonesia?” di Majalah Bahasa dan Budaya, Tahun II, No. 2, Desember 1953. Empat tahun setelah kematian Chairil.  Chairil, sebagai pelopor angkatannya, ternyata juga bisa menjadi jurubicara yang baik.

Terhadap puisi kita, memang seharusnya terus-menerus diajukan pertanyaan: kemana arah perkembangannya? Bagi penyair, pertanyaan bisa sedikit berbeda: Puisi yang sudah dan hendak kutulis akan membawa puisi Indonesia berkembang ke arah mana?

Iklan

2 pemikiran pada “Sekadar Mengutip dan Bertanya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s