Di Kuntskring Paleis

TAK ada kelambu – tertutup atau terbuka- di Kuntskring Paleis
dan tak ada perempuan yang duduk menahan keinginan untuk pergi

Tak ada penyair yang meminta bayangannya hidup di kanvas itu
dan tak ada pelukis realis yang kehabisan putih warna cahaya

Mungkin hanya ada aku, duduk dengan gawai dan khayalan quixotis,
tentang masa lalu yang masih ada dan aku bebas kembali ke sana

Baca juga
Sajak Sapardian: Pada Hari Ketika Mereka Disandingkan
Sajak Sapardian: Pada Hari Ketika Mereka Disandingkan

PADA hari ketika mereka disandingkan, semua punya alasan untuk bergembira, semesta suara seperti orkestra, seluruh kata lagu doa-doa, mereka menjadi Baca

Surat untuk Seseorang yang Bertanya tentang Puisi (6)
Surat untuk Seseorang yang Bertanya tentang Puisi (6)

Salam sejahtera senantiasa untukmu, Saya ingin menanggapi puisi yang engkau kirim dan engkau harapkan aku menilainya. Baiklah, saya akan menanggapi Baca

Mendekati (dan Menikmati) Puisi Sebagai Teks
Mendekati (dan Menikmati) Puisi Sebagai Teks

WUJUD fisik puisi itu adalah teks. Menikmati dan mencintai puisi tak mesti harus memahami itu. Tapi, puisi bisa didekati lewat Baca

Tujuh Tipe Ambiguitas William Empson
Tujuh Tipe Ambiguitas William Empson

BENAR belaka. Karya sastra yang baik melahirkan kritik yang baik, melahirkan kritikus, bahkan melahirkan teori kritik itu sendiri. Di Indonesia, Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Share via
Copy link
Powered by Social Snap