Seperti Seorang Eksil di Loket Kedutaan Tanah Airnya Sendiri

BAGIKU kota-kota ini adalah penjara, bukan gedung pertunjukan,
aku terperangkap, tak seperti kau yang harus membeli karcis untuk
datang dan menjadi penonton, melancong – mungkin juga melancung.

Aku tidak pernah bisa pulang, sesudah dan sebelum aku mati di sini.

Tak ada paspor untukku, tak ada tiket pesawat. Aku ingin menulis
sebuah memoar: tentang harapan yang mekar dengan ingatan yang memar.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s