Setelah Sebuah Sinema

DIALOG ini tak ada, ketika dia tersenyum
dan bicara pada kamera:
kita bisa mempertahankan cinta
bertahan pada apa dan siapa
yang pernah kita cintai
bukan karena itu yang terbaik,
tapi karena dengan cara itu
kita saling menutupi kelemahan,
keburukan, dan kesalahan kita.

Cinta adalah ancaman yang sejak semula mereka tahu
cinta adalah bermain-main dengan apa yang kelak membelenggu

Dulu mereka, pada mulanya, yakin akan kuat menanggung keduanya

Sampai perempuan itu hilang dan datang pada suatu hari
dalam baju tidur basah,
dengan darah.

Dia yang memalsukan hasil tes kehamilan yang tak dikehendaki,
juga kematiannya sendiri.

Dia telah membunuh lelaki yang lain, dusta yang lain.

Tapi bukankah dia juga telah didustai
dengan kisah murahan
dari kelas mengarang fiksi?

Dialog itu tak ada, ketika dia tersenyum
dan bicara di depan kaca:
Bahagia adalah memiliki kesempatan kedua
dengan orang yang tak sempurna, tapi kini aku tahu siapa dia.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s