Aku, Lidahku, dan Kamus Besarku (4)

AKU besar tidak dibesarkan oleh kamus besarku.

Aku dipungut oleh kamus besarku sebagai anak bengal.

Dan mereka bilang aku bebal.

Aku anak liar yang dibujuk oleh guru-guru untuk melatih lidahku berbicara dalam bahasa buku-buku, bahasa guru-guru.

Sejak saat itu aku selalu berhati-hati berkata-kata.

Kata-kata masa kecilku tak lagi seriang dulu, ketika mereka bebas bermain bersamaku.

Kami kini lebih banyak diam.

Kamus besarku sering memeriksa lidahku.

Mereka mencurigai aku menyimpan rencana jahat di sana.

Pernah aku meminta sebuah kata untuk kuucapkan, sekadar untuk memberi tahu mereka apa yang kuinginkan, tapi mereka bilang, pakai saja kata yang sudah ada.

Aku mau bilang, banyak kata yang tak ada padamu, wahai, kamus besarku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s