Berteduh Sejenak dari Rinai Hujan

Terjemahan suka-suka hati atas lirik lagu “Amayadori” – Mayumi Itsuwa

TAK pernah menduga bertemu kau lagi di peron ini
Kau dan aku: kita pernah saling sebut sebagai kekasih

Masih saja, kukagumi raut manis dan ramah wajahmu,
Aku tak ingin lekas-lekas berhenti berbincang denganmu

Kau terperanjat, sampai jatuh rokok di bibirmu
Jembatan sudah runtuh, sudah terbakar musnah

Kau memandang aku, aku memandang engkau

Bertanya: apa kabarmu sejak terakhir kita bertemu?
Aku baik, dan segalanya sebaik yang bisa kuharapkan

“Bagaimana kalau kita menunggu di kedai kopi itu?”
Kereta sudah berlalu, sengaja, dan kita tak peduli.

Kau melarutkan dua bongkah gula pada kopimu

Kau berkata kau masih mengenang segala kenangan
dengan senyum dan jari tanganmu menyisir rambutmu

Ya, kita berpisah, dan itu bukan keputusan yang salah

Kita toh bisa dan sudah saling memaafkan sekarang

Waktu itu, kita sangat muda, masih terlalu muda
Waktu itu, Aku mencintaimu, dan kau mencintai aku
Tapi kita mengejar mimpi ke arah yang tak bisa sama

Pernah bertemu dan bersamamu adalah saat yang indah
Itu seperti kita berteduh sejenak dari hujan, rinai hujan

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s