Sajak Sapardian: Apakah Aku harus Menciumnya Terlebih Dahulu?

Jangan mengatupkan bibirmu padaku seperti kuntum mawar,
Aku ingin kecupan – biarkan bibirmu menjawab permohonanku.
– Mirza Ghalib

SEPERTI mawar menguntum pada sebuah ghazal
aku meminta engkau merekahkan senyum di bibirmu,
apakah aku harus menciumnya terlebih dahulu?

Seperti mawar menguntum pada sebuah ghazal
aku harus berlatih lebih sabar lagi, menjaga dan
menunggu, menyirami hatimu dengan cintaku.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s