Dia Mencintai Napas Pepohonan Itu

DIA mencintai napas pepohonan itu.

Dia mencintai napas pepohonan di hutan yang menjaga lereng itu.

Dia mencintai napas pepohonan di hutan yang menjaga lereng dan pada kakinya berpegangan tangan-tangan hujan itu.

Dia mencintai napas pepohonan di hutan yang menjaga lereng dan pada kakinya berpegangan tangan-tangan hujan yang sangat mengenal datang dan perginya cuaca itu.

Dia mencintai napas pepohonan di hutan yang menjaga lereng dan pada kakinya berpegangan tangan-tangan hujan yang sangat mengenal datang dan perginya cuaca dan tak pernah betah di langit itu.

Dia mencintai napas pepohonan di hutan yang menjaga lereng dan pada kakinya berpegangan tangan-tangan hujan yang sangat mengenal datang dan perginya cuaca dan tak pernah betah di langit yang  suka memandangi doa-doanya menemui Sang Pengabul doa.

*

Dia mencintai napas pepohonan yang ia yakin itulah doa-doanya yang telah dikabulkan.

 

 

 

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s