Di Pagi yang Dini – Li-Young Lee

Di Pagi yang Dini
Sajak Li-Young Lee

KETIKA gelagah merunduk
karena basah, air menggurak
di api kecil kompor, sebelum
asinan sayur musim dingin diiris-iris
untuk sarapan, sebelum burung-burung,
ibuku menyisirkan sisir gading
pada rambutnya, tebal
dan hitam seperti tinta kaligrafi.

Dia duduk di ujung ranjang.
Ayahku memandanginya, menyimak
musik dari suara sisir yang
menyusur rambut.

Sisir ibuku,
menguraikan, rambut hitamnya
rapat-padat, menggulungnya
di selingkar dua jari, menyematkannya
menjadi sedompol sanggul di atas tengkuknya.
Setengah abad lamanya dia sudah begitu, melakukan itu.
Ayahku senang, melihat sanggul seperti itu.
Dia bilang seapik itulah semestinya.

Tapi aku tahu
itu jika tidak begitu
rambut ibuku rontok
ketika ia menarik tusuk konde rambutnya.
Ya semudah itu, semudah tirai jendela
ketika melepas ikatan di hari petang.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s