Ini karena Seekor Ulat dalam Sajak Hasta Indriyana

PENGANTAR: Sajak-sajak saya ini saya kirim ke sebuah koran tepat sebulan yang lalu dan belum atau tidak akan dimuat. Saya anggap koran itu anggap sajak ini tak layak muat. Maka, saya muat saja di sini.  Saya berutang pada sebuah sajak Hasta Indriyana di Kompas tentang ulat yang amat memikat saya. Keterpikatan itu yang memancing imajinasi dan melahirkan serangkaian sajak ini.  Silakan menikmati…

 

ULAT, 1

DI dalam tubuhmu ada sayap yang
indah, kaki yang ramping, sungut
yang peka, mata yang majemuk,
belalai yang bergulung__

Ulat itu tertawa-tawa, ia tak percaya
pada apa yang dikatakan oleh cacing,
dibenarkan oleh lebah, dan
dipertegas oleh kumbang__

Ulat itu mencintai daun, dan ia yakin
bahwa ia akan tumbuh menjadi pohon
yang rindang, berbunga indah,
berbuah semanis madu__

ULAT, 2

SETELAH pulih dari sakit yang
panjang, kupu-kupu itu ingin sekali
bertemu seekor ulat yang ia temui
dalam mimpi indahnya. Ia tak
menemui apa-apa kecuali bekas
kepompong dan sisa-sisa tangkai
daun yang tampaknya habis dimakan
dengan sangat lahap. Dan dia kini
merasa sangat lapar.

 

ULAT, 3

IA lekatkan telur-telurnya itu di balik
sehelai daun yang teduh. Lalu ia
buru-buru pergi. Beberapa hari
kemudian ia kembali dan tak
menemukan lagi telur-telurnya
di sana. Ia ingin sekali bertanya pada
beberapa ekor ulat yang gemuk ya
ng hijau yang sedang makan lahap sekali
tapi ia segan mendekat sebab takut
nanti ulat-ulat itu mengiranya daun
dan ia akan…
ULAT, 4

SEEKOR ulat kecil menjenguk
dunia dari lubang sebongkah batu.

Seekor burung kecil mematuki
lubang lain pada batu itu.

Seorang anak memungut batu itu
dan melemparkannya ke sungai.

Seekor ikan melengos, ia mengincar
sesuatu di mata pancing.

Seorang pemancing kesal, karena
pada kailnya tersangkut batu.

Ulat tadi menikmati umpan yang
sangkut di lubang batu.
ULAT, 5

APA yang terjadi jika seekor kupu-
kupu masih berpikir bahwa dia adalah
seekor ulat?

Ia akan terbebani dan berusaha
menanggalkan sayapnya yang besar
dan berat itu.

 
ULAT, 6

: hasta indriyana

HANYA di dalam bait sajak seorang
penyair ada seekor ulat memakan
tubuhnya sendiri agar ia tak pernah
sampai pada masa depan yang tak
menentu itu.

Sehabis memakan tubuhnya sendiri
ulat itu kecewa karena di dalam
tubuhnya ia menemukan seseorang
yang menceritakan takdir yang tak
bisa ia tolak.

 

ULAT, 7

SETELAH seharian makan banyak
sekali ulat itu pun merasa sangat
mengantuk. “Aku mau tidur dulu ya,”
katanya kepada seekor bunglon,
“besok pagi tolong bangunkan aku.”

Bunglon itu suka mengubah-ubah
warna kata yang ia dengar.

Yang dia ingat dari kalimat ulat itu
adalah, “Aku mau mati dulu ya.
Jangan kuburkan aku, besok pagi
aku akan menjelma jadi hantu yang
sangat indah.”
ULAT, 8

SESAAT sebelum ia kehilangan
seluruh ingatannya, ulat itu ingin
sekali meronta pada tubuhnya sendiri
yang tiba-tiba terasa sedemikian
ketat mengungkungnya.

*

Sesaat setelah ia menemukan kesadaran
baru, kupu-kupu itu tak ingin melakukan
apa-apa, ia takut meninggalkan kepompong
yang hangat menyelimutinya.

 

Iklan

4 pemikiran pada “Ini karena Seekor Ulat dalam Sajak Hasta Indriyana

  1. Menulis puisi bagi saya membingungkan, karena banyak aturan aturannya dalam gaya tulisan dan harus hapal juga. Lebih bingung lagi kalau saya menulis puisi gak suka nyambung dengan tema, katanya. Jadi kapan saya bisa menulis puisi yang baik? Trims, kalau ada ulasannya.

    Suka

  2. Saya mendapat saran dari Bang KEF, membaca puisi Hasan Aspahani dan Hasta Indriyana. Karena saya ingin bisa, maka saya cara nama tersebut dan saya temukan. Saat saya pelajari dan saya bandingkan dengan tulisan puisi sendiri, wah banyak kekurangannya. Semula saya pikir hanya indah saja dan baik menurut sendiri. Tapi, setelah dinilai oleh ahlinya berpuisi, maka hasil tulisan saya jauh tak sempurna. Saya sedang belajar menulis nih bang ceritanya.

    Suka

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s