Sudahkah Kau Berdoa? – Li-Young Lee

 

Sudahkah Kau Berdoa?
Sajak Li-Young Lee

Ketika angin
menikung dan bertanya, dalam suara ayahku,
sudahkah kau berdoa?

Aku ingat tiga ihwal. Pertama:
Aku tak pernah selesai menjawab sang mendiang.

Kedua: Seorang lelaki punya empat angin dan tiga api.
Dan empat angin adalah suara ayahnya,
suara ibunya…

Atau mungkin tujuh angin dan sepuluh api.
Dan api itu penglihatan, pendengaran, sentuhan,
mimpi, pikiran…
Atau dia adalah nafas Tuhan?

Ketik angin itu berbalik dan pergi lagi
dan bertanya, dalam suara ayahku, Sudahkah kau berdoa?
Aku ingat tiga ihwal.
Pertama: Cinta seorang ayah

adalah lemak susu dan manis gula,
dua pertiga cemas, dua pertiga duka, dan apa yang tersisa

adalah apa terhimpun dan meragi menjadi roti
bagi berbagi yang hidup dan yang telah mati

Dan kesabaran? Itulah yang bikin bertahan
dari cekaman peragian dan tekanan.

Dan kebijakan? Adalah wajah ayahku saat ia lelap.

Ketika angin
bertanya, Sudahkah kau berdoa?
Aku tahu itu cuma aku sendiri

yang mengingatkan diriku sendiri
setangkai bunga hanya satu stasiun antara dari
keinginan dan kegirangan bumi, dan darah

adalah api, garam, dan nafas panjang sebelum
diperlekas tongkat atau ranting, atau cabang
yang bangkit bicara. Adalah aku

dalam balutan gaun angin,
atau ayahku yang melalui aku, bertanya,
Sudah kau temukan pengungsianmu?
bertanya, apakah kau bahagia?

Serasa aneh. Ayah didera bahaya. Anak yang berbahagia.
Angin dengan suara. Dan aku tak bicara pada siapa-siapa.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s