Aku Minta Ibuku Menyanyi – Sajak Li-Young Lee

Sajak Li-Young Lee

Maka mulailah dia menyanyi, dan nenekku meningkahinya.
Lihatlah, ibu dan anaknya menyanyi seperti gadis muda.
Jika ayahku masih ada, dia akan memainkan
akordionnya dan melenggok seperti perahu.

Aku tak pernah ke Peking, mengunjungi Istana Musim Panas
tak pernah juga berdiri memandangi Batu Perahu itu,
hujan mulai turun di Danau Kuen Ming, orang-orang
piknik, berlarian di rerumputan.

Tapi aku suka sekali pada lagu itu;
bagaimana daun teratai itu menadah jatuhan hujan
lalu melimpah, tumpahlah air ke dalam air,
lalu menadah lagi, dan menampung air lagi.

Ibu dan nenekku, keduanya mulai menangis.
Tapi mereka tak berhenti bernyanyi.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s