Membayangkan Li-Young Lee, Penyair Amerika Kelahiran Jakarta Itu Baca Sajak di @america

li-young-lee
Li-Young Lee. (Foto dari Poetry Foundation)

UNTUK pertama kalinya selama tiga tahun tinggal di Jakarta, siang tadi, aku mengunjungi @america, di Mal Pacific Place, di Jalan Sudirman, Jakarta.  Ada yang ingin saya bicarakan dengan Eka Kurniawan yang siang itu akan jadi pembicara di acara di sana.  Kedutaan Amerika selalu bikin acara di tempat ini. Macam-macam. Pertunjukan musik, baca puisi, diskusi, kuliah terbuka. Pemeriksaan ketat. Ruangannya nyaman. Acara berlangsung sangat ringkas. Tak banyak pidato.

Berada di @america saya teringat beberapa sajak penyair Amerika yang pernah saya baca dan saya terjemahkan – untukeka-kurniawan perbendaharaan perpuisian saya sendiri, tentu saja. Saya pernah terjemahkan Walt Whitman,  Emily Dickinson, Steven Wallace Steven,  Edgar Allan Poe,  William Carlos William, dan beberapa sajak dari nama penyair Amerika lain. Termasuk yang baru tahun ini menerima Nobel Sastra: Bob Dylan. 

Di Amerika saya tahu ada Academy of American Poet, organisasi nirlaba dengan misi mendukung penyair-penyair Amerika pada semua tingkatan karir kepenyairannya dan membantu mendorong apresiasi puisi mutakhir di negeri itu. Saya menulis tentang itu dan bermimpi membikin organisasi serupa untuk puisi dan penyair di Indonesia.

Pada awal tahun 2000-an itu juga saya menemukan satu nama penyair Amerika yang bikin penasaran: Li-Young Lee.

Ia penyair Amerika berdarah Cina, kelahiran Jakarta, 1959. Kakek buyut dari garis ibunya adalah Yuan Shikai, presiden pertama Republik Cina. Ayahnya dokter – pernah menjadi dokter pribadi Mao Zedong – yang sempat masuk tahanan politik karena sentimen anti-cina lalu menjadi orang exil hingga membawa keluarganya menetap di Amerika.

Di negeri baru itulah Lee tumbuh menjadi penyair.

Saya terjemahkan satu sajaknya “This Room and Everything in It”  sambil membayangkan ia kelak datang ke Jakarta, kota kelahirannya, dan membacakan puisi-puisinya, mungkin di @atamerica.

 

Ruang Ini dan Segala yang Ada Padanya
Sajak Li-Young Lee

Tetaplah berbaring, sekarang,
sementara kupersiapkan waktuku yang kan datang,
pasti akan ada hari-hari yang berat,
ketika aku butuh apa yang aku tahu pasti saat ini.

Aku bisa bikin berguna
satu ihwal yang kupelajari dulu
dari segala hal yang diajarkan Ayahku padaku:
seni mengenang kenangan.

Aku meleluasakan ruangan ini
dan segala yang ada padanya
menyetujui apa yang kupikirkan tentang cinta
dan segala kerumitannya.

Akan kubiarkan cintamu menangis,
berlembar-lembar catatan ini
dari yang sebentar lalu,
berdiri di kejauhan.

Aroma tubuhmu,
Aroma dari rempah
dan dari nganga luka,
aku biarkan saja itu menjadi misteri.

Perut cekungmu
adalah gelas hari-hariku
meneguk susu
ketika aku bocah sebelum doa pagi dulu.
Matahari pada wajah
dinding itu
adalah wajah Tuhan, wajah
yang tidak bisa kulihat, jiwaku,

dan hal-ihwal, segala sesuatu
bertahan untuk sesuatu yang tak sama,
gagasan-gagasan membentuk
gugusan besar gagasan.
Dan suatu hari nanti, ketika aku harus
menasihati diriku sendiri, tentang sesuatu yang bijak
tentang cinta,

aku akan memejamkan mata
dan mengingat ruangan ini dan segala yang ada padanya:
Tubuhku adalah keterasingan.
Hasrat ini, kesempurnaan.
Tapi jika kau menutup mata, punahlah aku.
Sekarang aku lupa apa
tadi yang kuinginkan. Buku
di jendela, dibaca oleh angin. . .
halaman berangka genap adalah
masa lalu, halaman berangka ganjil,
adalah masa depan.
Matahari adalah
Tuhan, dan tubuhmu adalah susu. . .

apa gunanya, apa gunanya. . .
jeritanmu adalah lagu-lagu, tubuhku bukan tubuhku. . .
aku sakit. . . Pikiranku
menguap. . . rambutmu adalah waktu, pahamu menjadi lagu-lagu. . .
Apa yang harus kulakukan
dengan maut itu. . .adalah sesuatu
yang harus kujalani dengan cinta.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s