Kelesa – Maurice Maeterlinck

maurice_maeterlinck_featured_image
Maurice Maeterlinck

IA kerap dijuluki Shakespeare dari Belgia. Julukan yang menunjukkan reputasinya sebagai sastrawan, khususnya sebagai penulis drama. Dia adalah Maurice Maeterlinck. Sastrawan Belgia yang menulis dalam bahasa Prancis ini adalah pemenang hadiah Nobel Kesusasteraan tahun 1911.

Akademi Swedia menyebutkan (dalam penjelasan yang agak panjang dari biasanya) Nobel untuknya diberikan sebagai apresiasi untuk berbagai macam aktivitas kesusasteraannya, dan terutama untuk karya-karya dramanya, yang dibedakan karena imajinasi yang kaya dan khayalan puitik, yang mengungkapkan dalam selubung dongeng, sebuah inspirasi yang mendalam, seraya dengan cara yang misterius memikat perasaan dan merangsang imajinasi pembaca.

Sajaknya dalam bahasa Inggris, Lassitude, saya terjemahkan sebagai sajak berikut ini:

Kelesa

Bibir ini, yang telah lama lupa bagaimana berciuman
Bila mengecup, bila memejam, rasa beku sekaku salju,
habis sejak itu, dan setelah itu, oleh kerakusan mimpi.
Mereka sengantuk anjing, berbaring malas di rumput taman;
Mereka memandang bayang sekawanan burung di cakrawala,
Meramban sinar bulan yang berhamburan di rerumputan,
Dekapan lembut langit sesamar kehidupan mereka sendiri.
Mereka melihat, apa yang tak terusik rasa iri dan riuh gaduh,
Mawar sukacita yang mekar pada semua tangan,
Damai yang kekal yang tak pernah bisa mereka mengerti.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s