Hari Musim Gugur – Rainer Maria Rilke

Tergoda juga saya menerjemahkan sajak Rilke ini. Sajak yang pernah diterjemahkan Chairil Anwar, juga oleh Bertold Damshauser bersama Agus Sarjono. Saya mengambil bahan dari terjemahan Marie Kinzie di Poetry Magazine.

Hari di Musim Gugur

Maka waktu tiba, Tuhan, habis panen musim panas
biarkan bayangmu memanjang pada jam matahari
dan di padang gembala biarkan angin gusar berlalu

Bujuk buah-buah terakhir itu biar segera matang
berikan lagi kepada mereka dua hari penuh cahaya
jaga mereka sampai ranum sempurna, lalu peras
hingga tetes akhir, manis yang melampaui anggur

Siapa tak berumah, tak akan membangun naungan
Siapa yang sendiri akan hidup menyendiri sendiri,
terjaga, sebentar membaca, coba tulis surat panjang
dan, di sepanjang jalan-jalan lebar dan panjang di kota,
melangkah gelisah, ketika dedaunan lepas berlepasan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s