Hari Musim Gugur – Rainer Maria Rilke

Tergoda juga saya menerjemahkan sajak Rilke ini. Sajak yang pernah diterjemahkan Chairil Anwar, juga oleh Bertold Damshauser bersama Agus Sarjono. Saya mengambil bahan dari terjemahan Marie Kinzie di Poetry Magazine.

Hari di Musim Gugur

Maka waktu tiba, Tuhan, habis panen musim panas
biarkan bayangmu memanjang pada jam matahari
dan di padang gembala biarkan angin gusar berlalu

Bujuk buah-buah terakhir itu biar segera matang
berikan lagi kepada mereka dua hari penuh cahaya
jaga mereka sampai ranum sempurna, lalu peras
hingga tetes akhir, manis yang melampaui anggur

Siapa tak berumah, tak akan membangun naungan
Siapa yang sendiri akan hidup menyendiri sendiri,
terjaga, sebentar membaca, coba tulis surat panjang
dan, di sepanjang jalan-jalan lebar dan panjang di kota,
melangkah gelisah, ketika dedaunan lepas berlepasan

Baca juga
Sudahkah Kau Berdoa? – Li-Young Lee

  Sudahkah Kau Berdoa? Sajak Li-Young Lee Ketika angin menikung dan bertanya, dalam suara ayahku, sudahkah kau berdoa? Aku ingat Baca

Pada Air – Sully Prudhomme

Sully Prudhomme   René François Armand (Sully) Prudhomme (16 March 1839 – 6 September 1907) adalah Baca

Tampar Aku Sekali Lagi, McCluskey
  • Save

SUARA anjingdan tangis bayisuara keretadi rel yang dekatyang kian mendekatmenabrak sunyiyang tak terhalangi. Suara tembakanbeberapa kali. Dia ingatpanduan Clemenza:tembak tepat Baca

Waktu Menunggu – Erik Axel Karlfeldt

Erik Axel Karfeldt   Erik Axel Karlfeldt (20 Juli 1864 – 8 April 1931) adalah penyair Baca

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Share via
Copy link
Powered by Social Snap