Ada yang Harus Dibuat Panjang dalam Sajak Pendek

detail_r5v0ylotu4_rusli__tanah_lot__bigjpg
Tanah Lot, Rusli, 1977.

 

PENGANTAR:  Ada yang harus dibuat  panjang dalam sebuah sajak pendek, yaitu gemanya. Gema maknanya, gema bunyinya.  Gema adalah apa yang berasal dari sesuatu dan tak terserap tetapi justru dipantulkan oleh apa yang disentuhnya. Pada sajak pendek, kita sebagai penulisnya, punya peluang lebih besar untuk melakukan itu.  Panjang atau pendek sajak tidak menjadi ukuran kualitas sebuh sajak.  Dan kalau dikirim ke media dan dimuat honornya sama.

Apakah sajak pendek lebih mudah? Dan sajak panjang lebih sulit? Keduanya punya tantangan yang berbeda. Pada sajak pendek kita dicabar untuk membangun kepelikan (complexity) dalam ruang yang sesempit itu. Pada sajak panjang kita dituntut untuk menjaga keutuhan (unity).  Sajak pendek itu seperti lukisan-lukisan Rusli. Minimalis. Ia tak tergoda untuk menampilkan detail yang rumit. Kata-kata yang sedikit dalam sajak pendek seperti sapuan-sapuan besar kuas pada kanvas.

Selamat menikmati.

Aku Si Dungu

SIAPA sembunyi pada jejak sendiri
Siapa lari dari kejaran kehendakan

Akulah ini si dungu tak berjawaban

 
Jassin Tak Menjawab

                                     : gm

PERNAHKAH ada yang bertanya
di mana berawalnya mata seorang penyair?

Dulu, ada yang bertanya sebaliknya,
Jassin juga tak sempat menjawab

 

Di Kaki Gunung Lokon

                                : dahlan

TINGGAL sebentar waktu
menunjuk pucuk gerbang
pura cemara sepasang

Awan seakan-akan masih enggan
jauh menjauh dari lingkar puncakan

 

Penunggu yang Baik

TUBUHKU peti mati bagi jiwa hidupku
Aku hanya menunggu mautku sendiri.

Aku penunggu yang baik. Dan amat sabar.

 

Dari Mana Aku Menyapa

AKU mencintai peti matiku: ini tubuhku sendiri
Halo, aku menyapa kalian, dari peti matiku ini

 

Jiwa Lukaku

PUISIKU adalah jiwa lukaku, luka yang kulakukan,
kala yang kulukakan. Puisi adalah keteradaanku.

 

Di Mana Kutuliskan?

INI sajak, di mana kutuliskan aku?

Aku tidak lagi tahu. Aku sedang
sembunyi dari mata-mata Waktu.

 

Engkau yang Hilang

ENGKAU hilang dari mereka tapi tak dari dirimu sendiri.
Engkau tetap saja ada dalam ketidakadaanmu. Engkau jadi
abadi sebab kami tak lagi mencari.

Sehilang-hilangnya engkau, engkau pernah ada. Itu lebih
baik daripada aku yang hidup saja, tapi tak pernah ada.

 

Sampai Jumpa, Tuhan

AKU tidak mati di sekitar hari pemilihan presiden.
Hai, Tuhan! Sampai jumpa lagi!

 

Riwayat Singkat Penjudi

AKU sawah menanam benihmu
Apa yang aku tahu tak akan pernah tumbuh

Kau dan waktu saling bunuh
Mempertaruhkan aku.

 

Pengakuan Orang Sesat

AKU mencari jejakmu,
yang kutemukan pada jejakku sendiri,
apa yang sangat sulit kukenali.

Aku tersesat lagi?
Biar kau membiarkan.

 

Tentang Kesepian dan Pengkhianatan

SAJAK yang diam dan penyair yang pendiam
kapan mereka akan bersapaan? Ketika sepi
yang bandel itu sudah tak tahan kesepian!

Sajak mungkin dimulai dari arti yang ada tapi
ia mau mati. Dengan kata, penyair membujuk,
memberi tubuh yang berbalik mengkhianati.
Sekilas tentang Nasib

NASIB kita lembar tak berhalaman, Kawan!
Lepas dari eksemplar liar, kitab orang lapar.

 

Tidak Saling Tunggu

AKU dan matiku itu
di antara hidup rindu

Mati ada dalam aku
tidak saling tunggu

Kalau nanti aku mati
kami sudah satu jadi

 

Masihkah Kau di Situ?

SESEMAK apa kini jalan kecil ke penerimaan-Mu?
Aku tak tahu. Bahkan Kau, rumah ramahku dulu,
masihkah Kau beralamat di situ?

 

Apa Mungkin Ada Mungkin?

Aku sudah hilang dari ada. Menemu aku pada tiada
Kau matahari jauh jangkau. Sendiri bakar diri sendiri.

Apa mungkin ada mungkin, walau itu paling tak mungkin?

 

Caraku Mencintaimu

AKU mencintaimu dengan sangat tak hati-hati
Tak kutimbang lagi bahwa aku akan patah hati
Aku pencinta yang bodoh, dan cintaku ceroboh

Aku mencintaimu dengan teledor. Tapi cinta
memang mesti diputuskan tak berpanjang pikir.
Inilah keputusan salah yang sangat kubanggakan!

Aku mencintaimu untuk mengingat hidup fana
dan betapa rapuhnya kita: manusia. Cinta pun
sementara, tapi sebagai penanda ia abadi & ada.

 
Apa Artinya Engkau Bagiku

: dd

/1/
AKU tak pandai berdoa, lalu
Tuhan memberi kamu untuk aku.
Kau yang selalu mendoakan aku.

/2/
Hidupku jadi bergejolak, tapi
tidak hampa! Berat tapi aku
bahagia, karena aku tahu aku
punya & membawa sesuatu kita.

/3/
Hidupku jadi kacau, tapi aku
menemukan kamu yang cukup
kujadikan alasan untuk segala
ketertiban yang kukorbankan.

/4/
Namamu adalah kata asing yang
tak perlu kuterjemahkan. Aku
sangat suka menyebut-nyebutnya,
dengan sepenuh ketakmengertianku.

/5/
Namamu sesungguhnya adalah doa.
Aku menghafalkannya sebagai
mantra, dan tiap kali kurapalkan,
aku takjub dengan keampuhannya.

/6/
Aku tak pandai berterima kasih
lalu Tuhan mendatangkan engkau,
engkau yang jadi alasan bagi
hidup yang harus diteruskan.

 
Yang Tak Berlayar dan Tak berjangkar

HATIMU rumah jauhku
Anak tak mau pulang

Aku tertawakan rindu
Tak mau diperdungu

Ini kapal tak berlayar
Tak juga berjangkar

 

Kenapa Kalian?

KALIAN tak kunjung pandai berdusta
meski sudah sekian lama saling mengajarkannya

 

Bait Keras Kepala

PERGI ke semua
tujuan tanpakan

Sudah rumah menutup mata.

Kau yang menolak
Tak hendak melunak
Tak mau jinak.
 

Bait Suara Muara

JIWA sungaiku surut pasang
Kuala keruh hidup
Dendam keombakan

Mau mempertemukan:
hujan rampaian
dan lumpur endapan

 
Hidup dari Hidup yang Mati

SENISTA apa tampak ini sendiri
Aku hidup dari hidup yang mati.

Sayap lelaki tak luka oleh sayat sepi.

 

Kalau Engkau

KALAU engkau kalaukan aku
Atas segala jika yang terjikakan

Kalau engkau apabilakan aku
bagi semua yang termakakan

Aku tak ‘kan mengakukan aku

 
Bait Pencuri

KALAU aku terbawa pada-Mu nanti
Kutandai apa yang hendak kucuri lagi
Yang dulu lalu dari kepengecutanku

 
Hidup yang Musti Kecuali

AKU hanya sesuatu cuma,
untuk hidup yang tak percuma

Tapi aku selalu menjadi tetapi,
bagi hidup yang musti kecuali!

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s