Kapan Sebaiknya Seorang Penyair Menerbitkan Buku Puisi?

KARENA wujudnya yang lazimnya pendek, perjalanan teks puisi bisa berbeda dengan naskah novel. Ia mirip cerita pendek.

Satu per satu atau bersamaan dengan beberapa puisi lain, ia bisa diterbitkan di majalah, atau surat kabar. Ia tercecer-cecer. Puisi-puisi yang pernah diterbitkan di berbagai tempat itu kemudian bisa dikumpulkan, disimpan, disatukan, lalu diterbitkan menjadi buku. Atau tidak diterbitkan jika penyairnya menghendaki begitu.

Novel tidak. Jika tidak dimuat sebagai cerita bersambung, novel harus selesai dulu baru diterbitkan sebagai buku.

Mengirim puisi untuk dimuat di majalah atau surat kabar adalah upaya untuk menguji keunggulan puisi itu dan tentu saja sekaligus menguji penyairnya. Menerbitkan buku puisi penting untuk merekam dan mencatat pencapaian seorang penyair.

Kapan sebaiknya seorang penyair menerbitkan buku puisinya sendiri?  Sapardi Djoko Damono menerbitkan buku puisi pertamanya pada usia 29 tahun. Chairil Anwar jika ia tidak meninggal, menerbitkan buku juga pada usia 27 tahun. Kita tahu buku-buku puisinya terbit 1949, setelah ia meninggal, tapi naskahnya sudah ia siapkan sebelumnya.

Apakah usia yang jadi patokan? Tidak. Tapi sudah berapa lama si penyair itu menggeluti dan menggulati puisi.

Sapardi mulai menyair dan dimuat di majalah Mimbar, pada tahun 1957. Artinya pada saat buku pertamanya terbit, telah 12 tahun ia istikamah menyair. Chairil memutuskan untuk menjadi penyair pada usia 15 tahun. Artinya pada tahun ketika buku-bukunya terbit, ia juga sudah 12 tahun mengorek kata untuk puisi-puisinya.

Setelah dua belas tahun, harusnya memang seorang penyair telah menemukan sesuatu pada kerja menyairnya. Jika tidak, ia harus berpikir lain.

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s